Litkaji » Kajian Pengembangan Inovasi Agribisnis Ayam Potong Lokal

Tahun:2003
Propinsi:JAWA TENGAH
Kabupaten:TEMANGGUNG
Judul:Kajian Pengembangan Inovasi Agribisnis Ayam Potong Lokal
Bidang Penelitian:
Tujuan:Tujuan kegiatan ini adalah melakukan usaha pembibitan (perbanyakan kutuk/DOC) dan usaha pembesaran ayam potong lokal.
Pelaksana:
Penanggung Jawab:
Teknologi:
Jumlah Petani Kooperator:
Luas Area Cakupan:
Komoditas 1:
2:
3:
Hasil:
Ayam potong lokal (ayam hibrida) merupakan persilangan pejantan lokal dengan ayam ras petelur betina. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2003 di desa Sukomarto, kecamatan Jumo dan desa Prangkokan, kecamatan Bejen, kabupaten Temanggung.
Penetasan telur oleh petani menghasilkan daya tetas antara 40–70%. Hal ini disebabkan oleh tingkat penguasan teknologi penetasan yang bervariasi dan pada umumnya peternak belum berpengalaman melakukan penetasan. Mortalitas anak ayam berumur 1-60 hari berkisar antara 15–20%. Bobot ayam potong siap panen (60 hari) berkisar antara 600–900 g/ekor.
Untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi, telah disepakati oleh petani bahwa penanganan usaha harus berdasar spesialisasi usaha produksi dengan memperhatikan tingkat ketrampilan peternak, yaitu usaha produksi telur tetas, usaha penetasan telur, dan usaha pembesaran ayam potong. Pemasaran telur tetas, DOC, dan ayam potong relatif mudah mengingat permintaan pasar di kecamatan setempat yang relatif tinggi sehingga belum dapat terpenuhi.
Kegiatan pada 2004 dilaksanakan di desa Pagergunung, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Tingginya minat peternak terhadap ayam hibrida telah menumbuhkan minat usaha penetasan di luar kelompok target, yang pada gilirannya menyebabkan kurangnya pasokan telur tetas. Hal ini mendorong jalinan kerjasama dengan peternak penghasil telur tetas di luar kecamatan, bahkan dengan kabupaten Semarang. Teknologi IB yang diinovasikan pada unit usaha penghasil telur tetas sudah berhasil karena menghasilkan tingkat fertilitas telur yang tinggi. Ketrampilan peternak tentang penetasan perlu ditingkatkan, mengingat variasi daya tetas antar periode penetasan maupun antar penetas masih cukup tinggi. Pada aspek usaha pembesaran ayam hibrida, ketrampilan peternak dalam manajemen budidaya perlu ditingkatkan, mengingat variasi bobotnya masing beragam.
Prakiraan Dampak:
Pagu Anggaran:Rp. 0,-