Litkaji » Pengembangan Sistem Usahatani Terpadu Berbasis Kakao di Lahan Kering di Kabupaten Donggala dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Petani

Tahun:2006
Propinsi:SULAWESI TENGAH
Kabupaten:DONGGALA
Kecamatan:SIRENJA
Judul:Pengembangan Sistem Usahatani Terpadu Berbasis Kakao di Lahan Kering di Kabupaten Donggala dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Petani
Bidang Penelitian:Sistem Usaha Pertanian
Tujuan:Tujuan pengkajian TA. 2006 ini adalah untuk mengoptimal pendapatan petani
dengan pengembangan sistem usahatani integrasi kambing dan kakao dengan kegiatan:
Menguji adaptasi teknologi dan menguatkan transfer teknologi melalui kegiatan:
- Penyusunan ransum fermentasi kulit buah kakao dan hijauan pakan unggul untuk
pakan kambing.
- Dihasilkan teknologi pengendalian hama dan penyakit, pemupukan dan teknologi
budidaya yang semakin mantap.
Menguatkan Lembaga Ekonomi Petani (LEP) melalui kegiatan:
- Meningkatkan kapasitas usaha, pengembangan pasar dan kemitraan usaha yang
saling menguatkan dan saling menguntungkan.
Menguatkan Forum Komunikasi dan Manajemen Program (FKMP) melalui kegiatan:
- Melibatkan banyak pelaku baik pelaku utama (petani dalam berbagai lapisan)
maupun pelaku penunjang (penyedia input, perbankan, pemerintah, lembaga
penelitian, lembaga penyuluhan, pengusaha, dan lainnya).
Memberdayakan petani melalui kegiatan:
- Meningkatkan keterampilan petani melalui pelatihan dan pendampingan.
- Menguatkan akses petani terhadap teknologi dan input untuk adopsi teknologi serta menumbuhkan modal petani dan penyediaan kredit.
Pelaksana:Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah
Penanggung Jawab:Ir. F.F. Munier, MSc.
Teknologi:- Penyusunan ransum fermentasi kulit buah kakao dan hijauan pakan unggul untuk pakan kambing dan pemeliharaan kambing.
- Teknologi Pemeliharaan Kakao
-penguatan kelembagaan melalui perintisan koperasi, pemberdayaan gender dan kegiatan pemasaran bersama.
Jumlah Petani Kooperator:40 orang
Luas Area Cakupan:Desa Jono-Oge dan Desa Tondo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala
Komoditas 1:Kakao
2:Kambing
3:
Hasil:Pemeliharaan kakao dan pemakaian pupuk organik dari kotoran kambing dapat meningkatkan pendapatan petani 2 kali lipat
Pasca panen kakao dengan menggunakan alat pengering dan kotak fermentasi (kapasitas 100 kg/unit) meningkatkan kualitas kakao sehingga meningkatkan nilai jual 1000 - 2000 rupiah/kg
Paket teknologi inovatif susunan ransum fermentasi kulit buah kakao (KBK) dan hijauan pakan unggul dapat meningkatkan PBHH kambing dari 42,7 g/ekor menjadi 73,3 g/ekor dengan diikuti dengan kenaikan bobot hidup akhir dari 3,8 kg/ekor menjadi 6,6 kg/ekor.
Rekomendasi:Diperolehnya rekomendasi kebijakan Pakampu sipa (perawatan kakao terpadu) bagi masyarakat Kabupaten Donggala. Pengkajian berbasis inovasi harus didukung oleh penguatan dan perintisan kelambagaan di petani.
Prakiraan Dampak:Kelembagaan yang terbentuk mampu memfasilitasi kegiatan pemasaran bersama kakao dengan pedagang yang ada di Kota Palu.Sistem penjualannya, pedagang datang ke tempat lokasi dan membeli dengan harga lebih mahal Rp. 1000/kg. Difusi teknologi pemeliharaan kakao telah menyebar ke 40% desa sasaran P4MI.
Pagu Anggaran:Rp. 159.100.000,-
Download:file (199,5 KB)