Litkaji » Sistem Usahatani Integrasi Tanaman dan Ternak Berbasis Tanaman Pangan di Kabupaten Blora

Tahun:2005
Propinsi:JAWA TENGAH
Kabupaten:BLORA
Kecamatan:JAPAH
Desa:TLOGOWUNGU
Judul:Sistem Usahatani Integrasi Tanaman dan Ternak Berbasis Tanaman Pangan di Kabupaten Blora
Bidang Penelitian:Sistem Usaha Pertanian
Tujuan:Mengkaji teknologi sistem usahatani integrasi tanaman pangan dan ternak di Kabupaten Blora.
Pelaksana:Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah
Penanggung Jawab:Ir. Subiharta
Teknologi:- Teknologi budidaya padi gogo tumpangsari dan jagung dengan pendekatan PTT
- Teknologi pembuatan kompos
- Teknologi fermentasi jerami
- Teknologi perbaikan pakan pada induk sapi PO
Jumlah Petani Kooperator:25
Luas Area Cakupan:3,5 ha
Komoditas 1:Peternakan
2:Tanaman semusim
3:
Hasil:1. Hasil karakterisasi menunjukkan pola tanam setahun di lahan kering masih sangat beragam, terdapat 9 kombinasi pola tanam yang ditemui, dengan pola tanam dominan adalah Padi gogo – Kacang tanah/kacang tunggak. – bera. Budidaya tanaman di lokasi pengkajian belum intensif sehingga capaian produktivitas relatif rendah
2. Hasil karakterisasi menunnjukkan bahwa 95,2% petani sebagai responden memelihara sapi potong dengan tujuan untuk menghasilkan bibit (anak) dan tenaga kerja di sawah. Sebanyak 71,4% sistem perkawinan dengan alam (pejantan), sisanya dengan IB (9,5%) dan kombinasi IB dan alam (19,1%). Sebanyak 90,5% responden mengaku kekurangan pada bulan Agustus-Nopember. Untuk mengatasi kekurangan pakan 76% peternak mencari jerami keluar daerah, sisanya mengrurangi jumlah pakan (29,0%) dan membeli (4,8%).
3. Pemberian jerami fermentasi sebagai pakan basal dengan ditambah konsentrat, nyata (P<0,05) dapat memberikan kinerja pertumbuhan lebih baik dan secara ekonomi layak, serta mempercepat tanda-tanda estrus. Setelah ada tanda-tanda estrus, petani mengawinkan ternaknya dengan pejantan, karena sering gagalnya perkawinan dengan IB.
4. Kesimpulan yang dapat diambil, dengan pemberian pakan tambahan pakan pada sapi bunting tua dan menyusui, dapat meningkatkan bobot lahir anak bobot badan pra sapih, dan mempercepat birahi setelah beranak.
5. Pada luasan kajian 3,5 ha yang ditanami padi gogo dapat menyediakan pakan sebanyak 66,3 hari, dari jumlah sapi kooperator 29 ekor. Namun demikian dari jumlah kompos yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pupuk dari luasan 3,5 dengan dua kali pola tanam dan sisa kompos untuk 3,6 ha.
Rekomendasi:1. Populasi sapi potong di Kabupaten Blora tertinggi di Jawa Tengah, sebagian besar untuk tujuan reproduksi menghasilkan anak namun produktivitasnya rendah. Hal ini ditandai dengan jarak beranak yang cukup lama kurang lebih 2 tahun. Diduga penyebab rendahnya produktivitas adalah kurang berhasilnya program IB yang dicanangkan Dinas Pertanian. Untuk menunjang program tersebut tata laksana, prosedur dan mekanisme pelaksanaan IB disarankan untuk perbaikan.
2. Jerami fermentasi dapat dijadikan sebagai alternatif sumber hijauan pakan pada saat terjadi kelangkaan pakan utamanya pada musim kemarau. Pelatihan dan pembinaan dalam pembuatan jerami fermentasi perlu dikembangkan di tingkat petani
3. Dari hasil temu lapang dan evaluasi setelah temu lapang ditunjukkan bahwa varietas Situ Patenggang sebagai varietas yang cocok dikembangkan di kabupaten Blora.
Prakiraan Dampak:Didapatkannya satu rakitan teknologi sistem usahatani integrasi tanaman pangan dan ternak di Kabupaten Blora
Pagu Anggaran:Rp. 141.214.000,-