Diseminasi » GELAR TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN ENDE

Tahun:2007
Propinsi:NUSA TENGGARA TIMUR
Kabupaten:ENDE
Jenis Kegiatan:Gelar Teknologi
Judul:GELAR TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN ENDE
Tujuan:a. Memberikan pengalaman, contoh dan kesempatan penilaian petani kooperator tentang cara penerapan teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering
b. Meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan petani kooperator tentang inovasi teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering yang dapat meningkatkan produksi dan pendapatan.
c. Memperlihatkan kepada petani non kooperator dan penentu kebijakan tentang keunggulan teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering.
d. Menggali umpan balik bagi BPTP untuk menyempurnakan program Litkaji serta diseminasi teknologi dan informasi pertanian.
e. Menyiapkan materi untuk bahan penyuluhan teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering.
Pelaksana:Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur
Penanggung Jawab:Ir. Made Ratnada, MP
Nara Sumber/Praktisi:Ir. Made Ratnada, MP
Tanggal Pelaksanaan:1 Januari 2008  s/d   31 Desember 2008
Tempat/Lokasi:Desa Nduaria Kecamatan Kelimutu, Desa Wologai Tengah Kecamatan Detusoko dan Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona
Materi: Paket Gelar Teknologi Budidaya Sayur-sayuran
Metode:1. Sosialisasi/pembekalan teknologi.
Sosialisasi/pembekalan teknologi ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan yang mendalam kepada petani tentang seluruh komponen teknologi yang digelar, analisis finansial usahatani dan pemupukan modal. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap baik menjelang maupun pada saat pelaksanaan gelar. Perubahan yang diharapkan dari sosialisasi/pembekalan teknologi adalah terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap petani kooperator pelaksana gelar.

2. Pendampingan pelaksanaan gelar
Pendampingan dan pengawalan teknologi yang digelar dilakukan oleh para penyuluh, peneliti dan staf teknis BPTP NTT serta penyuluh lapangan. Staf teknis BPTP penempatannya sesuai kebutuhan dan kemampuan dana.
3. Paket teknologi
Paket teknologi yang digelar adalah budidaya tanaman sayuran pada lahan kering dengan komponen teknologi sebagai berikut:
Komponen teknologi budidaya tanaman sayuran untuk lokasi Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu dan Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Komponen Teknologi Kol/Kubis Petsai
Varietas Unggul (Green Koronet, KK Cross) Unggul (F-1 Okinawa, Super King)
Kebutuhan Benih 200-300 gr/ha 400-500 gr/ha
Persemaian 5-6 mg (berdaun 4-6 helai) 4 mg (berdaun 4-6 helai)
Jarak Tanam,
Ukuran bedeng 50 x 60 cm,
Lebar 120 cm 40 x 40 cm
Lebar 120 cm
Pemupukan Urea 150 kg/ha, ½ bag 2 mg st, dan ½ bag 4 mg st,
Sp-36 100 kg/ha saat tanam, bokasi 100 g/lubang tanam,
Pupuk daun sesuai kebutuhan Urea 100 kg/ha, ½ bag. 2 mg st, ½ bag. 4 mg st.
SP-36 150 kg/ha saat tanam, bokasi 100 g/lubang tanam,
Pupuk daun sesuai kebutuhan
Pengairan Setiap hari (pagi dan sore) Setiap hari (pagi dan sore)
Penyiangan 2 dan 4 mg st 2 dan 4 mg st
Pengendalian hama, penyakit PHT PHT
Panen KK Cross 60 hst, Green Coronet dan Grand II 75 hst Umur 55-60 hst

Sementara itu, di kelurahan Onelako, kecamatan Ndona digelar teknologi budidaya sayuran mentimun, paria, kacang panjang, buncis, bayam cabut, kangkung cabut dengan komponen teknologi sebagai berikut :

Komponen Teknologi Budidaya Paria Pada Lahan Kering Di Kelurahan Onelako
Komponen Teknologi Paria
Perlakuan Biji Direndam 2 jam, diperam 1 malam
Cara Tanam Ditugal + 3 cm
Waktu Tanam Pagi atau Sore
Jumlah Biji/lubang 2 Biji
Jarak Tanam 50 cm x 80 cm
Urea 4 gr/lb
SP-36 6 gr/lb
KCl 4 gr/lb
Bokasi 0,5 kg/lb
Komponen Teknologi Budidaya Kangkung Cabut, Bayam Cabut Pada Lahan Kering di Kelurahan Onelako
Komponen Teknologi Kangkung, Bayam Cabut
Perlakuan Biji Biji langsung ditanam
Cara Tanam Disebar dalam baris
Waktu Tanam Pagi atau Sore
Jumlah Biji/lubang Sesuai kebutuhan
Jarak Tanam 10 cm antar barisan
Urea 10 gr per m2
SP-36 10 gr per m2
KCl 10 gr per m2
Bokasi 2 kg per m2

Komponen Teknologi Budidaya Mentimun, Kacang Panjang, Buncis Pada Lahan Kering Di Kelurahan Onelako
Komponen Teknologi Mentimun, Kac. Panjang, Buncis
Perlakuan Biji Direndam 2 jam, diperam 1 malam
Cara Tanam Ditugal + 3 cm
Waktu Tanam Pagi atau Sore
Jumlah Biji/lubang 2 Biji
Jarak Tanam 40 cm x 80 cm
Urea 3 gr/lb
SP-36 5 gr/lb
KCl 3 gr/lb
Bokasi 0,5 kg/lb
Peserta:Petani kooperator yang terlibat dalam gelar teknologi ini tergabung dalam empat kelompok yaitu kelompok Ajax (jumlah anggota 20 orang) dan Bunga Mekar (jumlah anggota 22 orang) berlokasi di desa Nduaria, Kema Sama (jumlah anggota 18 orang) berlokasi di desa Wologai Tengah dan Wolofunu (jumlah anggota 20 orang) berlokasi di kelurahan Onelako. Petani Kooperator ditetapkan dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu petani miskin di desa yang tergolong miskin, memiliki lahan usaha sendiri maupun bukan milik yang telah mendapat persetujuan dari pemilik lahan, menggunakan lahan seluas 250-1.000 m2 per petani, mau menerapkan teknologi yang dianjurkan dan mengikuti segala ketentuan yang telah disepakati bersama.
Sasaran/Target:1. Peningkatan produktivitas tanaman sayur-sayuran
2. Perluasan areal tanam
3. Terpenuhinya kebutuhan sayur di pasar lokal
Jumlah/Volume:5 Ha
Keluaran:a. Meningkatnya keyakinan petani kooperator akan keunggulan teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering yang digelar dan kemampuannya untuk menerapkan teknologi tersebut.
b. Meningkatnya sikap, pengetahuan, dan keterampilan petani kooperator tentang inovasi teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering yang dapat meningkatkan produksi dan pendapatan.
c. Meningkatnya keyakinan pengambil kebijakan bahwa teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering yang digelar dapat diterapkan oleh petani dan sesuai untuk dikembangkan melalui program pembangunan pertanian daerah.
d. Umpan balik bagi BPTP untuk menyempurnakan program Litkaji serta diseminasi teknologi dan informasi pertanian.
e. Tersedianya materi penyuluhan paket teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering yang sesuai dengan kondisi biofisik, sosial dan ekonomi petani setempat.
Prakiraan Dampak:Petani merasa yakin akan keunggulan teknologi yang digelar dan para penentu kebijakan di daerah dapat mengembangkan teknologi budidaya tanaman sayuran pada lahan kering dalam kegiatan pembangunan di daerah serta umpan balik bagi BPTP untuk penyempurnaan program litkaji dan diseminasi disamping itu terjadinya adopsi dan diffusi teknologi serta peningkatan produksi, pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya.
Anggaran:Rp. 100.000.000,-